Pengertian Koperasi Sekolah, Tujuan, Ciri serta Usaha Koperasi Sekolah

Pengertian koperasi sekolah

Salah satu jenis koperasi adalah koperasi sekolah. Koperasi sekolah pada dasarnya sama saja dengan koperasi biasa pada umumnya. Hanya saja pembentukan koperasi sekolah dimaksudkan untuk menumbuhkan jiwa koperasi atau kerja sama di antara para siswa yang di kemudian hari diharapkan mereka akan melanjutkan pembangunan bangsa Indonesia.
Koperasi sekolah memungkinkan para siswa menerapkan ilmu ekonomi yang mereka terima di sekolah sehingga merka bisa mengetahui terapa ilmu ekonomi di dunia nyata, bukan hanya sekedar teori ekonomi. 
Pengertian koperasi sekolah berdasarkan Surat Keputusan Bersama antara Menteri Perindustrian, Menteri Koperasi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, dan Menteri Dalam Negeri No. 331/M/SK/10/1984, No. 126/M/KPTS/X/SK/10/1984, No. 0477/M/1984 dan No. 72/1984 adalah koperasi yang mempunya anggota siswa Sekolah Dasar, Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama, Sekolah Lanjutan Tingkat Atas, dan Lembaga kependidikan swasta maupun negeri di luar yang disebutkan di atas.

Tujuan koperasi sekolah

Adapun beberapa tujuan koperasi sekolah yaitu sebagai berikut :
  1. Berusaha untuk memberikan pendidikan keorganisasian, rasa gotong royong, toleransi dan setia kawan kepada para siswa.
  2. Menumbuhkan kecintaan terhadap sekolah mereka.
  3. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa melalui koperasi.
  4. Mengembangkan rasa tanggung jawab dan disiplin siswa dalam kehidupan bermasyarakat.
  5. Menjaga agar anggota koperasi dalam hal anak didik, tumbuh rasa saling pengertian.
  6. Mengembangkan dan melatih siswa dalam berdemokrasi, mengeluarkan pendapat dan merasa sederajat dengan anggota koperasi lainnya.
  7. Koperasi sekolah dapat menjadi wahana siswa untuk belajar dan bekerja. Dengan adanya koperasi sekolah, kebutuhan peralatan sekolah tersedia dan mudah didapatkan.

Pengertian Koperasi Sekolah, Tujuan, Ciri serta Usaha Koperasi Sekolah

Ciri koperasi sekolah

Adapun ciri-ciri koperasi sekolah yaitu sebagai berikut :
  1. Pendiriannya berdasarkan surat keputusan bersama departemen terkait.
  2. Koperasi sekolah tidak berbadan hukum meskipun mendapat pengakuan dari pemerintah.
  3. Jangka waktu menjadi anggota terbatas yaitu hanya sampai lulus dari sekolah yang bersangkutan.
  4. Adanya koperasi sekolah tidak boleh menghambat jalannya kegiatan belajar mengajar anak didik.
  5. Koperasi sekolah beranggotakan murid dan pengurus apabila dipandang perlu juga dari murid.

Usaha koperasi sekolah

Pada umumnya kegiatan usaha koperasi sekolah adalah menjual barang dan jasa yang berkaitan dengan sarana belajar mengajar di sekolah, yaitu :
  1. Semua barang yang menjadi kebutuhan kegiatan belajar, seperti buku, pulpen, pensil, dan lain-lain.
  2. Makanan dan minuman yang dibutuhkan oleh siswa maupun karyawan sekolah yang harganya lebih terjangkau dari pada harga barang di kantin.
  3. Jasa simpan pinjam untuk siswa yang mengalami masalah keuangan.

Perangkat organisasi koperasi sekolah

Sama halnya dengan koperasi lainnya, perangkat organisasi koperasi sekolah juga terdiri dari rapat anggota, pengurus koperasi sekolah, dan pengawas koperasi sekolah.
Seperti koperasi pada umumnya, rapat anggota memegang kekuasaan yang tertinggi pada koperasi sekolah. Beberapa hal yang ditetapkan dalam rapat anggota koperasi sekolah adalah :
  1. Menetapkan anggaran dasar.
  2. Menetapkan kebijaksanaan umum di bidang organisasi, manajemen, dan usaha koperasi.
  3. Menetapkan pemilihan, pengangkatan, pemberhentian pengurus dan pengawas koperasi sekolah.
  4. Menetapkan rencana kerja, rencana anggaran pendapatan dan belanja koperasi sekolah beserta pengesahan laporan keuangan.
  5. Menetapkan pengesahan pertanggungjawaban pengurus dalam melaksanakan tugasnya.
  6. Menetapkan pembagian sisa hasil usaha.
  7. Menetapkan penggabungan, peleburan, pembagian, dan pembubaran koperasi sekolah.

Tugas pengurus koperasi sekolah sama dengan pengurus koperasi pada umumnya, yaitu :
  1. Mengelola koperasi sekolah dan usahanya.
  2. Mengajukan rancangan rencana kerja serta rancangan rencana anggaran pendapata dan belanja koperasi sekolah.
  3. Menyelenggarakan rapat anggota.
  4. Mengajukan laporan keuangan dan pertaggungjawaban pelaksanaan tugas.
  5. Memeliha daftar buku anggota dan pengurus.

Wewenang pengurus koperasi sekolah mengacu pada Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian yaitu :
  1. Mewakili koperasi sekolah di dalam dan di luar koperasi.
  2. Memutuskan penerimaan dan penolakan anggota baru serta pemberhentian anggota sesuai dengan ketentuan dalam anggaran dasar.
  3. Melakukan tindakan dan upaya bagi kepentingan dan kemanfaatan koperasi sekolah sesuai dengan tanggung jawabnya dan keputusan rapat anggota.

Adapun tugas pengawas koperasi sekolah yaitu sebagai berikut :
  1. Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijaksanaan dan pengelolaan koperasi.
  2. Membuat laporan tertulis tentang hasil pengawasannya.

Sedangkan wewenang pengawas koperasi sekolah yaitu :
  1. Meneliti catatan yang ada pada koperasi sekolah.
  2. Mendapatkan segala keterangan yang diperlukan.

Demikianlah penjelasan mengenai pengertian koperasi sekolah, tugas koperasi sekolah, ciri koperasi sekolah, usaha koperasi sekolah dan perangkat organisasi koperasi sekolah. Semoga bermanfaat.